BANJAR, Shotlist.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Bina Putera Banjar meluncurkan Bioharja, pupuk organik cair berbahan dasar limbah kulit singkong di Desa Mekarharja, Kota Banjar, Selasa (4/8/2026).
Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi pemanfaatan limbah organik sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Peluncuran Bioharja menjadi penutup rangkaian kegiatan KKN mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar di Desa Mekarharja.
Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa bersama masyarakat dalam mengolah limbah kulit singkong yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Inovasi itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan pembuatan pupuk organik cair yang dilaksanakan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mekarharja pada 20 Juli 2026.
Melalui pendampingan tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Ketua Kelompok KKN Desa Mekarharja, Afif Amir Amrulloh, mengatakan Bioharja dirancang sebagai program yang berkelanjutan sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat setelah masa KKN berakhir.
“Kami berharap Bioharja tidak berhenti ketika KKN selesai. Produk ini kami serahkan kepada Pemerintah Desa agar dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan oleh para petani, bahkan diproduksi dan dipasarkan melalui BUMDes sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Afif.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mampu memproduksi serta mengembangkannya secara mandiri.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarharja, Drs. H. Saepuloh, mengapresiasi kreativitas mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar yang berhasil menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar yang telah menghadirkan inovasi untuk desa kami. Semoga Bioharja terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Mekarharja yang mampu memberikan manfaat bagi sektor pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia berharap Bioharja dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah organik, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Peluncuran Bioharja menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata.
Ke depan, pupuk organik cair tersebut diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.***














