banner 728x250

Kebakaran Hutan di Ciamis, 2,5 Hektar Lahan Terbakar

Kebakaran melanda kawasan hutan di Ciamis. Api berhasil dipadamkan setelah membakar sekitar 2,5 hektar lahan

Petugas melakukan penanganan dan pemadaman kebakaran di kawasan hutan Ciamis yang membakar sekitar 2,5 hektar lahan. Shotlist.id/Foto: Istimewa
Petugas melakukan penanganan dan pemadaman kebakaran di kawasan hutan Ciamis yang membakar sekitar 2,5 hektar lahan. Shotlist.id/Foto: Istimewa
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id — Kebakaran melanda kawasan hutan Perum Perhutani di Petak 88 k-2, RPH Banjarsari, BKPH Banjar Selatan, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026) malam.

Kebakaran tersebut membakar serasah dan tumbuhan bawah di kawasan tanaman jati dengan luas sekitar 2,5 hektar. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 20.59 WIB.

Administratur Perum Perhutani KPH Ciamis, Topik Hidayat, S.Hut., M.P., mengatakan kebakaran tidak sampai merusak tegakan pohon utama.

Penanganan dilakukan dengan cepat melalui pengerahan personel Perhutani dan koordinasi dengan berbagai unsur.

“Api berhasil kami padamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.59 WIB. Dari hasil penanganan di lapangan, yang terbakar adalah serasah atau tumbuhan bawah. Tidak ada korban jiwa dan tegakan pohon utama juga tidak mengalami kerusakan,” kata Topik dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Topik, informasi kebakaran pertama kali diterima dari masyarakat sekitar pukul 18.35 WIB. Petugas kemudian segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Lokasi kebakaran berada di Blok Pasir Ipis, Petak 88 k-2. Kawasan tersebut merupakan tanaman jati tahun tanam 2004 dengan luas baku petak sekitar 8,8 hektar.

Topik menjelaskan, setelah menerima laporan, jajaran Asper BKPH Banjar Selatan, KRPH Banjarsari, Polter, mandor, serta Danru Polhutmob langsung diterjunkan ke lokasi.

Penanganan kemudian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemadam kebakaran, BPBD, Tagana, Relawan Ciamis Selatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Banjarsari, unsur Intel Kodim Ciamis, Pemerintah Desa Sindangrasa, serta masyarakat.

Menurut dia, petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga membuat sekat bakar di sekitar lokasi untuk mencegah api merambat melalui serasah kering.

“Selain pemadaman, kami melakukan isolasi dan membuat sekat bakar agar api tidak meluas ke petak tanaman lainnya,” ujar Topik.

Pemadaman dilakukan secara manual dan menggunakan armada pemadam kebakaran pada titik yang dapat dijangkau.

Setelah api utama dinyatakan padam, petugas melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran di area sekitar 2,5 hektar yang terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa dan berpotensi memunculkan kembali titik api.

Topik mengatakan Perhutani KPH Ciamis akan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau.

Patroli akan diperkuat di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, termasuk kawasan tanaman jati yang memiliki banyak serasah kering.

“Kami akan meningkatkan patroli bersama Polhutmob, LMDH dan masyarakat sekitar hutan. Deteksi dini juga akan terus diperkuat agar apabila ada titik api bisa segera diketahui dan ditangani,” kata Topik.

Selain meningkatkan patroli, Perhutani akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan relawan yang berada di sekitar kawasan hutan.

Langkah tersebut dinilai penting agar laporan mengenai potensi kebakaran dapat diterima petugas sedini mungkin.

Topik juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kawasan hutan selama musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membuat api unggun di dalam kawasan hutan tanpa pengawasan.

Menurut Topik, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan juga sangat diperlukan, terutama dalam mendeteksi dan melaporkan apabila melihat munculnya titik api.

“Koordinasi dengan BPBD, Damkar, TNI, Polri, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat akan terus kami lakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran,” katanya.

Topik memastikan kondisi lokasi kebakaran telah ditangani. Meski api sudah padam, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *