banner 728x250

840 Masjid di Ciamis Serentak Geber Mas Sambut HUT ke-81 RI

Sebanyak 840 masjid di Ciamis serentak menggelar Geber Mas menyambut HUT ke-81 RI sekaligus mendorong masjid menjadi pusat aktivitas masyarakat

Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) digelar serentak di 840 masjid di Kabupaten Ciamis, Senin (10/8/2026), dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Shotlist.id/Foto: Ai
Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) digelar serentak di 840 masjid di Kabupaten Ciamis, Senin (10/8/2026), dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Shotlist.id/Foto: Ai
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Sebanyak 840 masjid di Kabupaten Ciamis serentak menggelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas), Senin (10/8/2026).

Gerakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Kabupaten Ciamis, kegiatan dipusatkan melalui kick off di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Ciamis.

Gerakan berlangsung serentak mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dengan melibatkan pengurus masjid dan musala, ASN Kementerian Agama, pengurus serta remaja masjid, majelis taklim, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, mengatakan Geber Mas menjadi salah satu rangkaian kegiatan nasional Kemenag dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sebelumnya, Kemenag juga menggelar selawat, zikir, dan doa bersama di Monumen Nasional (Monas) Jakarta yang diikuti sekitar 100.000 peserta.

“ Kemarin ada kegiatan selawat, zikir, dan doa bersama yang dilaksanakan di Monas. Alhamdulillah dengan peserta 100.000 orang bisa sukses. Untuk Ciamis sendiri mengirimkan sebanyak 1.919 ASN yang berangkat ke Monas,” ujar Asep.

Setelah kegiatan tersebut, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan Gerakan Bersih-Bersih Masjid yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Menurut Asep, sekitar 840 titik masjid di Kabupaten Ciamis ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai organisasi dan elemen umat Islam.

“Kita koordinasi dengan DMI, MUI, ormas-ormas Islam, dan seluruh keluarga DKM masjid itu sendiri,” katanya.

Asep menegaskan, Geber Mas tidak sekadar bertujuan membersihkan lingkungan masjid.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan masyarakat agar kebersihan dan keberadaan masjid menjadi tanggung jawab bersama.

“Harapannya agar menjadi kebiasaan dan masjid menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai hanya mengandalkan DKM saja, tapi ini menjadi tanggung jawab umat Islam bersama,” ucapnya.

Ia juga berharap masjid dapat menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat, termasuk bagi warga yang membutuhkan tempat beristirahat ketika melakukan perjalanan.

Menurutnya, fasilitas masjid yang bersih dan nyaman akan membuat masyarakat lebih tertarik memanfaatkan masjid dibandingkan memilih tempat lain untuk beristirahat.

“Jangan sampai orang sekarang lebih banyak memilih rest area ataupun pom untuk istirahat. Masjid harus dijadikan tempat istirahat, sehingga fasilitas-fasilitas yang ada di masjid betul-betul bersih dan enak untuk digunakan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Ciamis, H. Aip Maftuh, mengatakan Geber Mas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membersihkan masjid.

Menurutnya, tujuan utama gerakan tersebut adalah mendorong masjid agar semakin makmur dan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Muara dari kegiatan ini kan ada di dalam pemakmuran masjid. Jadi masjid menjadi hidup, menjadi markas bagi masyarakat, menjadi pusat peradaban,” ujar Aip.

Ia menjelaskan, fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat melaksanakan ibadah mahdhah. Masjid juga diharapkan mampu menjadi pusat berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Masjid bisa berfungsi sesuai dengan fungsi-fungsi kemasjidan yang bukan saja untuk ibadah mahdhah, tetapi juga kegiatan ghair mahdhah yang menyangkut hajat dan kebutuhan kemasyarakatan,” katanya.

Dengan konsep tersebut, masjid diharapkan benar-benar menjadi center of activity atau pusat aktivitas masyarakat.

Konsep itu juga sejalan dengan program Masjid Ramah yang tengah didorong Kementerian Agama. Program tersebut mendorong masjid agar bersifat inklusif dan dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat lainnya.

“Masjid Ramah itu sebuah sajian di mana masjid harus bersifat inklusif dan bisa diisi, dimanfaatkan, serta mampu menyentuh kepentingan orang-orang yang bukan saja normal tetapi juga orang yang kurang beruntung, memiliki disabilitas, termasuk anak-anak, lansia dan seterusnya,” tuturnya.

Di Kabupaten Ciamis, program Masjid Ramah juga terus dikembangkan melalui Anugerah Masjid Ramah yang didukung Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Kementerian Agama, dengan pelaksana Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Program tersebut saat ini telah memasuki putaran kedua.

Aip menyebut, berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS), jumlah masjid dan musala di Kabupaten Ciamis hampir mencapai 5.000.

Namun, pemenuhan kategori Masjid Ramah masih dilakukan secara bertahap karena terdapat sejumlah indikator yang harus dipenuhi.

“Yang masuk kategori Masjid Ramah itu baru masjid-masjid besar dan sepertiga dari masjid-masjid jami. Insyaallah sepertiganya sudah mulai masuk memenuhi indikator-indikator Masjid Ramah,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masjid di Kabupaten Ciamis yang mampu memenuhi indikator Masjid Ramah sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Aip, masjid yang berdaya pada akhirnya akan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Manakala masjid berdaya maka masyarakat menjadi sejahtera. Itu irisannya atau kaitannya dengan program Masjid Ramah, baik di level nasional maupun implementasinya di Kabupaten Ciamis,” kata Aip.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *