banner 728x250

Pekan QRIS Nasional 2026, BI Tasikmalaya Dorong Digitalisasi hingga Pelayanan Publik dan Pesantren

BI Tasikmalaya memperluas pemanfaatan QRIS melalui digitalisasi layanan publik, pusat perdagangan, UMKM hingga pesantren dalam PQN 2026

Bank Indonesia Tasikmalaya mendorong perluasan ekosistem QRIS melalui digitalisasi pelayanan publik, pusat perdagangan hingga lingkungan pesantren dalam Pekan QRIS Nasional 2026. Shotlist.id/Foto: Dok. BI Tasikmalaya
Bank Indonesia Tasikmalaya mendorong perluasan ekosistem QRIS melalui digitalisasi pelayanan publik, pusat perdagangan hingga lingkungan pesantren dalam Pekan QRIS Nasional 2026. Shotlist.id/Foto: Dok. BI Tasikmalaya
banner 120x600

TASIKMALAYA, Shotlist.id – Bank Indonesia (BI) terus mendorong transformasi digital yang inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan melalui Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026.

PQN 2026 digelar serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri pada 11-17 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”

Di Kota Tasikmalaya, momentum tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan QRIS.

BI Tasikmalaya juga memperkuat pemanfaatan sistem pembayaran digital agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga pelayanan publik.

Penguatan digitalisasi tersebut diwujudkan melalui tiga inisiatif utama, yakni Tasik Melayani, Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap, dan QRIS UMMAT.

Ketiganya menjadi bagian dari sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tasikmalaya, industri sistem pembayaran, dunia usaha, pesantren, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Bank Indonesia memandang implementasi QRIS kini telah memasuki tahap yang semakin matang.

Pengembangan QRIS tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan awareness atau kesadaran masyarakat, tetapi mulai diarahkan pada perluasan penggunaan atau usage serta peningkatan kualitas atau quality.

Dengan pendekatan tersebut, transaksi digital diharapkan tidak sekadar menjadi alternatif pembayaran, tetapi mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih mudah, cepat, aman, nyaman, dan berkualitas.

Digitalisasi juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu penguatan digitalisasi diwujudkan melalui Tasik Melayani, yang menjadi bagian dari percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperluas transformasi digital dalam pelayanan publik melalui sejumlah inovasi, seperti Tasik Hub, IPBB Digital, SiMaret, dan E-Retribusi Parkir.

Berbagai layanan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Di sisi pemerintah, digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah.

Dengan demikian, pemanfaatan sistem pembayaran digital tidak hanya memberikan kemudahan kepada masyarakat, tetapi juga mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin efektif.

Digitalisasi selanjutnya menyasar pusat aktivitas ekonomi melalui peluncuran Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap.

QRIS Tap menjadi salah satu inovasi sistem pembayaran yang menawarkan pengalaman transaksi lebih cepat, praktis, dan nyaman bagi masyarakat.

Implementasi QRIS Tap di Asia Plaza diharapkan tidak hanya memperluas pilihan metode pembayaran bagi konsumen.

Lebih jauh, penerapannya diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan inovasi pembayaran digital di berbagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya di wilayah Priangan Timur.

Kehadiran teknologi pembayaran tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman transaksi di tengah semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembayaran yang praktis dan efisien.

Inisiatif ketiga diarahkan pada penguatan inklusi digital di lingkungan pesantren melalui QRIS UMMAT.

Pesantren dinilai memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui QRIS UMMAT, digitalisasi didorong untuk masuk ke berbagai aktivitas ekonomi di lingkungan pesantren.

Pemanfaatannya dapat mencakup unit usaha, koperasi, kantin, hingga berbagai kegiatan sosial dan keumatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat transformasi digital kepada masyarakat di lingkungan pesantren sekaligus mendorong semakin luasnya inklusi ekonomi dan keuangan.

Selama rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026, BI Tasikmalaya juga memperluas edukasi dan implementasi digitalisasi kepada berbagai kelompok masyarakat.

Edukasi menyasar lingkungan sekolah dan perguruan tinggi, pasar dan UMKM, pusat perbelanjaan, pelayanan pemerintah, hingga pesantren.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, industri sistem pembayaran, dunia usaha, akademisi, pesantren, komunitas, serta masyarakat.

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memastikan transformasi digital tidak berjalan sendiri, tetapi berkembang sesuai kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

Seiring semakin luasnya penggunaan transaksi digital, aspek pelindungan konsumen juga menjadi perhatian Bank Indonesia.

Melalui kampanye PEKA atau Peduli, Kenali, Adukan, masyarakat diajak untuk semakin cerdas dan waspada ketika melakukan transaksi digital.

Masyarakat diingatkan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi serta tidak memberikan informasi sensitif seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada pihak lain.

Masyarakat juga diminta selalu memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi digital.

Langkah tersebut penting untuk memastikan peningkatan penggunaan pembayaran digital diikuti dengan peningkatan literasi dan keamanan masyarakat sebagai pengguna.

Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya membawa pesan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak cukup hanya diukur dari jumlah kegiatan atau semakin banyaknya penggunaan QRIS.

Lebih dari itu, transformasi digital diharapkan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Pada sektor pelayanan publik, digitalisasi diharapkan membuat layanan semakin mudah dan berkualitas. Pada pusat aktivitas ekonomi, sistem pembayaran digital diharapkan meningkatkan efisiensi dan kualitas transaksi.

Sementara di lingkungan pesantren dan komunitas, digitalisasi menjadi instrumen untuk memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

Ke depan, BI Tasikmalaya akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat efisiensi perekonomian, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas inklusi ekonomi dan keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya yang semakin maju dan berdaya saing.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *