banner 728x250

Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Warga Ciamis Rayakan Kemerdekaan dengan “Merdeka Membaca”

Warga Kawali Ciamis merayakan HUT ke-81 RI dengan pesta rakyat “Merdeka Membaca”, ngobeng lauk, botram, hiburan hingga lapak usaha

Warga mengikuti tradisi ngobeng lauk dalam Pesta Rakyat “Merdeka Membaca” di Dusun Margajaya, Kawali, Ciamis, Senin (17/8/2026). Shotlist.id/Foto: Boy
Warga mengikuti tradisi ngobeng lauk dalam Pesta Rakyat “Merdeka Membaca” di Dusun Margajaya, Kawali, Ciamis, Senin (17/8/2026). Shotlist.id/Foto: Boy
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak di lingkungan RT 02, RW 03, Dusun Margajaya, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Warga menggelar Pesta Rakyat di kawasan Komunitas Gada Membaca dengan mengusung tema “Merdeka Membaca”.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari tradisi ngobeng lauk, botram, hiburan babanyolan, hingga pembukaan lapak usaha bagi anggota komunitas.

Tradisi ngobeng lauk, yakni menangkap ikan secara langsung di kolam tanpa menggunakan alat bantu, menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga.

Ketua RT 02, RW 03, Dusun Margajaya, Hendri, mengatakan Pesta Rakyat digelar sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.

“Dengan adanya acara ini, diharapkan persatuan warga semakin kuat. Selain ngobeng lauk, kami juga mengadakan botram atau makan bersama. Makanan dibawa oleh masing-masing warga sehingga bisa saling mencicipi,” ujar Hendri.

Menurutnya, sebagian besar biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari swadaya masyarakat RT 02, RW 03. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah donatur.

Semarak Pesta Rakyat semakin meriah dengan penampilan Babanyolan dari grup komedi Sunda Cucu Pe’a, Nendi Pe’i dan Tarum Pe’e.

Para pelawak tersebut turut menyampaikan pesan-pesan sosial melalui hiburan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut antara lain mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan sederhana namun bermanfaat, seperti menjaga kelestarian alam, membuang sampah pada tempatnya, meningkatkan semangat belajar melalui membaca, peduli terhadap lingkungan, serta membangun budaya berbagi antarwarga.

Selain hiburan, kegiatan juga ditandai dengan pembukaan Kantin Dawuan melalui program bantuan lapak atau gerobak jualan bagi anggota Komunitas Gada Membaca.

Bantuan tersebut berasal dari JNE melalui Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat IZI Provinsi Jawa Barat, Risniati Dewi, mengatakan bantuan gerobak tersebut diharapkan dapat memberikan sarana usaha yang lebih layak bagi para penerima manfaat.

“Diharapkan para penerima manfaat dapat memiliki sarana usaha yang lebih layak sehingga memudahkan mereka dalam menjalankan aktivitas berjualan dan meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Risniati.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi wasilah kemandirian bagi para penerima manfaat dan memberikan kebermanfaatan yang terus berlanjut bagi keluarga mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, mengatakan tema “Merdeka Membaca” dipilih untuk mengajak masyarakat terus melakukan kegiatan positif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menurut Agus, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang dilakukan bersama dengan semangat gotong royong.

“Kita bisa bergembira melalui hiburan dengan ngobeng ikan yang mengandung makna sungguh-sungguh dalam berusaha, yaitu dengan menangkap ikan di kolam belakang Komunitas Gada Membaca,” kata Agus.

Ia menyebut kolam yang digunakan untuk kegiatan ngobeng masih mendapatkan pasokan dari sumber mata air yang terjaga, meski saat ini wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau.

Agus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan memotivasi masyarakat agar terus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Melalui hiburan babanyolan, pesan-pesan tersebut dikemas secara ringan dan menghibur.

Warga diajak untuk menjaga kelestarian alam, membuang sampah pada tempatnya, rajin membaca dan belajar, meningkatkan kepedulian, serta membangun kebiasaan berbagi.

Pesta Rakyat “Merdeka Membaca” pun menjadi momentum perayaan HUT ke-81 RI yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggabungkan semangat kebersamaan, literasi, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui aktivitas sederhana yang lahir dari masyarakat dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *