banner 728x250

Belajar Keuangan Sejak Sekolah, OJK Tasikmalaya Edukasi 91 Anggota Pramuka

OJK Tasikmalaya membekali 91 pelajar Pramuka dengan literasi keuangan dan cara mengenali pinjol ilegal, judi online, serta aktivitas keuangan ilegal

Pelajar Pramuka mengikuti edukasi literasi keuangan yang digelar OJK Tasikmalaya untuk meningkatkan kecerdasan finansial dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Shotlist.id/Foto: Dok. OJK Tasikmalaya
Pelajar Pramuka mengikuti edukasi literasi keuangan yang digelar OJK Tasikmalaya untuk meningkatkan kecerdasan finansial dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Shotlist.id/Foto: Dok. OJK Tasikmalaya
banner 120x600

TASIKMALAYA, Shotlist.id – Sebanyak 91 anggota Pramuka dari SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya mendapat edukasi literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.

Selain mengajarkan cara mengelola uang, edukasi tersebut juga membekali pelajar agar mampu mengenali pinjaman online ilegal, judi online, hingga berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Kegiatan yang digelar pada 13 dan 14 Agustus 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka.

OJK Tasikmalaya menggandeng Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank bjb) Tasikmalaya dalam kegiatan tersebut.

Edukasi bertajuk “Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal” disampaikan Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi dan Fyrda Farida.

Materi disampaikan secara interaktif dengan menyesuaikan kehidupan sehari-hari pelajar, mulai dari mengenal fungsi OJK, mengatur keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga memahami risiko berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Nur Izmi mengatakan, kemampuan mengelola keuangan perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membuat anggaran dan menabung dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk tumbuh mandiri dalam mengambil keputusan finansial.

“Nilai-nilai yang kita pelajari dalam Pramuka juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Sejak usia sekolah, penting bagi pelajar untuk bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, serta menyisihkan uang untuk ditabung,” kata Nur Izmi.

OJK juga mengingatkan pelajar terhadap sejumlah perilaku yang dapat mendorong pengeluaran secara tidak terkendali, seperti Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People’s Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO).

Pelajar didorong tidak mengambil keputusan keuangan hanya karena mengikuti tren, mengejar pengakuan dari lingkungan, atau ingin mendapatkan kesenangan sesaat.

Selain pengelolaan keuangan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan pinjaman daring legal dan ilegal.

OJK mengingatkan pentingnya memastikan legalitas layanan keuangan sebelum menggunakannya serta menjaga keamanan data pribadi.

Materi juga mencakup bahaya judi online. Pelajar diperkenalkan dengan sejumlah istilah dan modus yang digunakan untuk menyamarkan aktivitas perjudian melalui permainan atau game online.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat penggunaan teknologi digital semakin dekat dengan kehidupan anak dan remaja.

Pemahaman sejak dini diharapkan membuat pelajar lebih mampu mengenali tawaran yang berisiko sebelum mengambil keputusan.

Melalui kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya berharap anggota Pramuka tidak hanya memiliki karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga mempunyai kecerdasan finansial serta kemampuan melindungi diri dari aktivitas keuangan ilegal.

OJK juga mendorong para pelajar membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar sehingga edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap keuangan ilegal dapat menyebar lebih luas.

OJK Tasikmalaya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk cerdas mengelola keuangan, waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta selalu memastikan legalitas dan memahami karakteristik produk atau layanan keuangan sebelum menggunakannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *