TASIKMALAYA, Shotlist.id — OJK Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur terus mendorong budaya menabung dan literasi keuangan sejak usia sekolah.
Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan tersebut menjadi momentum kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, sekolah hingga tenaga pendidik untuk membentuk generasi muda yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan budaya menabung perlu dibangun sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah.
Menurutnya, menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi menjadi sarana untuk melatih anak mengendalikan keinginan, menentukan prioritas dan merencanakan masa depan.
“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” kata Nofa.
18 Pelajar Dikukuhkan Jadi Duta Literasi Keuangan
Dalam kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya juga mengukuhkan 18 pelajar tingkat SMA, SMK dan MA sederajat sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Segmentasi Prioritas Pelajar.
Para duta literasi tersebut merupakan pelajar binaan lembaga jasa keuangan yang berasal dari sejumlah sekolah di Kota Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.
Program OJK PEDULI diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui peran pelajar sebagai penggerak di lingkungan sekolah maupun komunitasnya.
Nofa berharap para duta tersebut tidak hanya memahami literasi keuangan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi teladan dan mengedukasi teman-teman sebaya.
“Kami berharap Duta Literasi Keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujarnya.
Edukasi Keuangan Menyasar 44 Sekolah
Penguatan literasi keuangan juga dilakukan melalui pelepasan mobil SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) OJK bersama sembilan mobil edukasi atau kas keliling perbankan di wilayah Priangan Timur.
Armada tersebut bergerak menuju sekolah binaan masing-masing untuk memberikan edukasi sekaligus mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.
Secara serentak, kegiatan edukasi juga melibatkan 29 industri jasa keuangan bank dan nonbank di wilayah Priangan Timur.
Sebanyak 44 sekolah menjadi sasaran kegiatan dengan jumlah peserta lebih dari 4.000 siswa tingkat SD hingga SMA atau sederajat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan keuangan kepada pelajar sekaligus membangun pemahaman mengenai penggunaan produk keuangan secara bijak.
29 Ribu Rekening Pelajar Dibuka
Kolaborasi OJK dan industri jasa keuangan di Priangan Timur menunjukkan capaian yang cukup besar.
Sepanjang Juni 2025 hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 438 kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan dengan menjangkau sekitar 44 ribu pelajar.
Edukasi tersebut juga diikuti perluasan akses keuangan. Sekitar 29 ribu rekening tabungan pelajar atau anak telah dibuka dengan total nominal tabungan mencapai Rp5,5 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa edukasi keuangan mulai diarahkan tidak hanya pada peningkatan pemahaman, tetapi juga pembentukan kebiasaan finansial sejak usia sekolah.
Pemimpin Bank BJB Cabang Tasikmalaya sekaligus Ketua FKIJK Priangan Timur, Fina Petrina Ahmad, mengatakan industri jasa keuangan memiliki komitmen untuk terus memperluas akses dan edukasi keuangan bagi generasi muda.
“Bagi kami, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin kehadiran industri jasa keuangan memberikan manfaat nyata, tidak hanya dengan membuka akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman dan kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah,” ujar Fina.
Bangun Generasi Cerdas Finansial
Kegiatan Puncak HIM dan Bulan Literasi Keuangan 2026 turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Barat, PGRI Kota Tasikmalaya, lembaga jasa keuangan perbankan dan nonbank serta para guru pendamping Duta Literasi Keuangan.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi keuangan yang lebih kuat di lingkungan pendidikan.
OJK Tasikmalaya berharap gerakan menabung dan edukasi keuangan tidak berhenti sebagai program tahunan. Lebih dari itu, budaya mengelola keuangan secara sehat diharapkan menjadi kebiasaan yang melekat pada generasi muda.
Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan sejak dini, pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih mandiri, bijak menggunakan layanan keuangan serta memiliki kemampuan melindungi diri dari berbagai risiko keuangan.
Dengan kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, pemerintah, sekolah, guru dan pelajar, budaya menabung diharapkan semakin kuat dan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.***














