PANGANDARAN, Shotlist.id – Sampah organik rumah tangga tak selalu berakhir menjadi limbah.
Di Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis mengajak masyarakat mengolahnya menjadi kompos untuk mendukung pekarangan yang lebih produktif.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah, Pembuatan Kompos Sederhana, dan Penanaman Pohon Bersama di Cilok Rahayu, Desa Cimerak, Senin (31/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Pekarangan Produktif, Lingkungan Lestari, Keluarga Mandiri” dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), ibu-ibu PKK, serta masyarakat sekitar.
Mahasiswa KKN Unigal Desa Cimerak, Muhamad Ramdani, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan masyarakat di sekitar rumah.
Salah satunya dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bahan pembuatan kompos.
“Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau serta produktif,” ujar Ramdani.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik yang tersedia di lingkungan rumah.
Bahan organik tersebut dapat diolah menjadi kompos sederhana yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman.
Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos diharapkan dapat mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam.
Dengan pola tersebut, sampah yang sebelumnya hanya menjadi limbah dapat dikembalikan menjadi bagian dari proses pemeliharaan tanaman.
Pekarangan Bisa Jadi Sumber Pangan
Selain pengelolaan sampah, mahasiswa KKN Unigal mendorong masyarakat mengubah pekarangan rumah menjadi lahan yang produktif.
Masyarakat dapat menanam berbagai jenis tanaman yang disesuaikan dengan kondisi dan luas pekarangan.
Mulai dari sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman bumbu, hingga tanaman produktif lainnya.
Bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan, penggunaan pot dan polybag dapat menjadi alternatif untuk tetap bercocok tanam di sekitar rumah.
Pemanfaatan pekarangan juga berpotensi membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Dengan demikian, kegiatan bercocok tanam tidak harus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas.
Setelah praktik pembuatan kompos, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama.
Penanaman pohon menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghijauan dan keberadaan pohon dalam menjaga kualitas lingkungan.
Ramdani juga memberikan penjelasan mengenai teknik dasar penanaman dan perawatan tanaman.
Hal tersebut dilakukan agar kegiatan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan dengan perawatan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar,” kata Ramdani.
Menurut Ramdani, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Dukungan dapat dilakukan melalui penyediaan bibit tanaman dan pohon, alat serta bahan pembuatan kompos, sarana-prasarana, hingga pendampingan dari pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat semangat gotong royong dan nilai konservasi di Desa Cimerak.
Masyarakat diajak memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar rumah untuk menciptakan kawasan permukiman yang lebih hijau, sehat, dan produktif.
Pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menyediakan pupuk alami untuk tanaman di pekarangan.
Sementara pemanfaatan lahan di sekitar rumah dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam memperkuat kemandirian pangan keluarga.
Melalui gerakan yang dimulai dari lingkungan rumah tersebut, mahasiswa KKN Unigal berharap masyarakat Desa Cimerak dapat membangun pekarangan yang produktif, mengelola sampah secara lebih bijak, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.***














