CIAMIS, Shotlist.id – Filosofi luhur Kerajaan Galuh kembali dihidupkan melalui peluncuran Motif Batik Cakra Galuh di kawasan Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis, Sabtu (11/7/2026) malam.
Batik yang terinspirasi dari simbol Kembang Cakra pada prasasti peninggalan Galuh itu dihadirkan bukan sekadar sebagai karya tekstil, melainkan media pewarisan nilai budaya sekaligus penguat identitas daerah.
Peluncuran motif batik tersebut berlangsung dalam acara bertajuk “Sekar Cakra Galuh Rahayu” di Bale Reka Paminton Bumi Niskala, kawasan Situs Astana Gede Kawali.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali warisan budaya Galuh agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Batik Cakra Galuh merupakan gagasan Pendiri Prameswari Galuh, Mia Sumiari Dewi, yang mengangkat simbol Kembang Cakra atau Cakra Rahayu Kancana yang terdapat pada Prasasti I dan VI di Situs Astana Gede Kawali sebagai inspirasi utama motif.
Menurut Mia, lahirnya Batik Cakra Galuh bukan bermula dari keinginan menciptakan produk komersial, melainkan dari pengalaman batin yang membawanya memahami makna mendalam simbol-simbol peninggalan Kerajaan Galuh.
“Kisah ini tidak dimulai dari sebuah ambisi bisnis, melainkan dari sebuah momen pencerahan yang menggetarkan jiwa saya. Lambang itu bukan sekadar hiasan batu, tetapi simbol yang kini menjadi identitas budaya Galuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, simbol Kembang Cakra menyimpan filosofi kehidupan yang diwariskan leluhur Galuh.
Lingkaran melambangkan Buana Panca Tengah, empat garis menggambarkan Papat Kalima Pancer, sedangkan tiga helai bunga padma merepresentasikan konsep Tritangtu di Buana, yakni Karatuan (kepemimpinan), Karesian (spiritualitas), dan Karamaan (adat serta kelestarian alam).
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi pengingat agar manusia senantiasa menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
“Leluhur Galuh menitipkan amanat, jika manusia sudah baik kepada Pencipta, sesama manusia, dan alamnya, maka ia akan sejahtera di dunia,” katanya.
Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam setiap unsur motif batik.
Titik dimaknai sebagai asal dan tujuan kehidupan, lingkaran menjadi simbol perlindungan spiritual, garis melambangkan hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sementara tunas serta bunga yang mekar menjadi simbol harapan, pertumbuhan, dan kemuliaan manusia yang mampu memberi manfaat bagi lingkungannya.
Keunikan Batik Cakra Galuh juga terletak pada penyertaan narasi filosofi di setiap produknya.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenakan batik sebagai busana, tetapi juga memahami pesan budaya yang terkandung di balik setiap motif.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Batik Cakra Galuh diproduksi menggunakan berbagai teknik, mulai dari batik cap hingga printing yang dipadukan sentuhan tinta prada emas.
Langkah tersebut dilakukan agar batik dapat diterima berbagai kalangan tanpa meninggalkan nilai filosofisnya.
Mia berharap Batik Cakra Galuh menjadi simbol perdamaian sekaligus duta budaya Kabupaten Ciamis yang mampu memperkenalkan nilai-nilai Galuh hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Ketika kita memakai motif ini, kita sedang menyisipkan makna berbagi energi positif dan mengabarkan kepada dunia bahwa dari Tanah Galuh, kedamaian dan kebaikan siap memancar ke seluruh jagat raya,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, menyambut baik lahirnya Batik Cakra Galuh.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Ini merupakan hasil yang sangat luar biasa dan kreatif, baik dari sisi ekonomi kreatif, budaya maupun sejarah. Pemerintah Kabupaten Ciamis tentu menyambut baik dan akan mendorong pengembangannya,” kata Dadan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui promosi, pendampingan perizinan, hingga membuka peluang kerja sama pembiayaan dengan lembaga perbankan maupun mitra lainnya agar Batik Cakra Galuh berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Ciamis.
Peluncuran Batik Cakra Galuh ditutup dengan pergelaran fashion show serta pertunjukan teatrikal “Cakra” yang dipersembahkan Sanggar Seni Nawasena.
Penampilan tersebut menjadi simbol harmonisasi antara seni, sejarah, dan budaya Galuh yang dikemas dalam nuansa modern tanpa meninggalkan nilai-nilai warisan leluhur.***














