banner 728x250

Ratusan Nada Angklung Mengalun Meriah di Alun-Alun Ciamis

Acara megah ini digelar dalam rangka memperingati tiga momen istimewa sekaligus, yakni Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-46, serta Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

Ratusan peserta memainkan angklung pada Gebyar Angklung Part 2 di Alun-Alun Ciamis, Rabu (22/7/2026). Shotlist.id/Foto: Agus Berrie
Ratusan peserta memainkan angklung pada Gebyar Angklung Part 2 di Alun-Alun Ciamis, Rabu (22/7/2026). Shotlist.id/Foto: Agus Berrie
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Cahaya matahari pagi yang hangat menyirami kawasan Alun-alun Ciamis pada Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam suasana yang begitu cerah tersebut, ratusan peserta tampak antusias memadati area untuk menyemarakkan perhelatan Gebyar Angklung Part 2.

Acara megah ini digelar dalam rangka memperingati tiga momen istimewa sekaligus, yakni Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-46, serta Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Sebanyak 465 peserta—yang terdiri atas deretan pejabat ASN, para aparatur sipil negara aktif, hingga para purnabakti di lingkungan Pemkab Ciamis—tampil begitu padu dalam memainkan instrumen musik bambu tersebut.

Dipimpin secara langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, alunan nada merdu membawakan ragam tembang pop daerah maupun nasional, mulai dari Iwak Peyek, Mojang Priangan, Bubuy Bulan, Bengawan Solo, hingga lagu kebanggaan Ciamis Manis Manjing Dinamis.

Pementasan massal ini berhasil menghadirkan atmosfer yang semarak serta sarat akan rasa kekeluargaan.

Ketua PWRI Kabupaten Ciamis, H. A. Kuswara, menyampaikan bahwa pementasan ini menjadi ajang penting untuk mempererat keakraban sekaligus mengukuhkan rasa persatuan antara jajaran ASN aktif dengan para senior yang telah pensiun.

“Gebyar Angklung Part 2 ini tak sekadar menyajikan hiburan bagi masyarakat, melainkan juga menjadi wadah silaturahmi, memperkokoh solidaritas, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan lokal. Angklung merupakan warisan leluhur yang sudah sepatutnya kita rawat dan jaga secara berkelanjutan,” tutur H. A. Kuswara.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihak PWRI Kabupaten Ciamis telah menyediakan tak kurang dari 500 unit angklung guna menunjang kelancaran acara tersebut, di mana sebanyak 465 peserta terlibat aktif memainkan instrumen tradisional khas Sunda itu secara serentak.

Ia menilai, tingginya partisipasi dan antusiasme para peserta menjadi bukti nyata bahwa komitmen merawat warisan tradisi masih terpatri kuat, baik di kalangan pegawai aktif maupun para pensiunan.

Dirinya berharap ajang serupa dapat diselenggarakan secara berkala demi menjaga identitas kebudayaan Sunda di Tatar Galuh Ciamis.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan pementasan Gebyar Angklung Part 2.

Menurutnya, acara ini berhasil menyatukan semangat kebersamaan sekaligus menjadi sarana efektif dalam melestarikan seni budaya daerah.

“Pementasan ini sungguh membanggakan. Angklung adalah salah satu ikon kebudayaan Sunda yang wajib kita rawat dan teruskan ke generasi penerus. Saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PWRI beserta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat,” ujar Herdiat.

Bupati juga menaruh harapan besar agar seni angklung ini tidak berhenti di tingkat kabupaten saja, tetapi bisa merambah dan dihidupkan kembali hingga ke pelosok kecamatan.

“Ke depannya, saya mendambakan kegiatan pementasan angklung ini dapat rutin diadakan di tiap-tiap kecamatan. Selain untuk membentengi kelestarian tradisi, agenda ini berpeluang besar menjadi magnet pariwisata yang sanggup menyedot kunjungan wisatawan ke Ciamis. Dengan mengusung semangat guyub ngabangun lembur, mari kita bahu-membahu memajukan daerah lewat pemajuan budaya,” pungkasnya.

Rangkaian acara Gebyar Angklung Part 2 pun ditutup dengan riuh dan penuh gairah.

Ribuan simfoni nada yang tercipta secara serempak hari itu menjadi lambang keharmonisan serta keteguhan warga Ciamis dalam merawat warisan leluhur Sunda di tengah arus modernisasi.*** (Agus Berrie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *