banner 728x250

Diduga Korsleting Listrik, Toko Cuci Gudang di Banjarsari Terbakar Hebat

Toko cuci gudang di Banjarsari, Ciamis, ludes terbakar Senin dini hari. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar dan tidak ada korban jiwa

Petugas Damkar melakukan pemadaman dan pendinginan setelah toko cuci gudang di Dusun Neglasari, Banjarsari, Ciamis, ludes terbakar, Senin (10/8/2026). Shotlist.id/Foto: Istimewa
Petugas Damkar melakukan pemadaman dan pendinginan setelah toko cuci gudang di Dusun Neglasari, Banjarsari, Ciamis, ludes terbakar, Senin (10/8/2026). Shotlist.id/Foto: Istimewa
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Kobaran api meludeskan sebuah toko cuci gudang di Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Senin (10/8/2026) dini hari.

Bangunan berukuran 8 x 20 meter hangus terbakar, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran juga bergerak cepat setelah menerima laporan untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Laporan kemudian diterima oleh petugas Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari.

“Untuk luas bangunan yang terbakar sekitar 8 x 20 meter persegi. Kerugian ditaksir kurang lebih Rp1,5 miliar,” ujar Budi.

Menurutnya, bangunan yang terbakar merupakan toko cuci gudang milik Wawa Watini Tahlan (62).

Api diketahui pertama kali oleh pemilik bangunan sebelum kemudian membesar dan melahap bagian bangunan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan keterangan awal di lapangan.

“Awal mula api diketahui oleh pemilik ruko dari hubungan arus pendek listrik. Karena api langsung membesar kemudian melapor ke Petugas Pos WMK Banjarsari,” katanya.

Begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Respons penanganan dilakukan dengan mengerahkan enam unit armada pemadam dan 21 personel.

Enam armada tersebut terdiri atas lima kendaraan pancar dan satu kendaraan tangki suplai.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.33 WIB atau hanya sekitar tiga menit setelah laporan diterima.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api. Besarnya api membuat seluruh bagian bangunan toko cuci gudang akhirnya terbakar.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

Petugas juga melakukan observasi terhadap kondisi bangunan dan area di sekitar lokasi. Setelah dipastikan aman, penanganan kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 07.00 WIB.

Dalam proses penanganan, Damkar Ciamis juga mendapat dukungan dari berbagai unsur. Di antaranya Pemadam Kota Banjar, BPBD, Polsek Banjarsari, Koramil Banjarsari, Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Pemerintah Desa Banjarsari, Tagana, Relawan Ciamis Selatan (RCS), MDMC, RAPI, BAZNAS, serta Karang Taruna Banjarsari.

Budi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.

Pemeriksaan kabel, sambungan listrik, dan peralatan elektronik secara berkala dinilai penting untuk mencegah terjadinya korsleting.

“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan jangan menggunakan sambungan listrik yang sudah rusak. Pemeriksaan secara berkala penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Selain penanganan di lokasi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan kebakaran serta pentingnya segera melapor apabila menemukan kejadian darurat.

Kecepatan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran.

Dengan laporan yang segera diterima petugas, upaya pemadaman dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi api meluas ke bangunan lain dapat diminimalkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *