banner 728x250

Puluhan Warga dan Komunitas Lintas Kabupaten Gelar Tradisi Ngalintas di Sungai Citanduy

Tradisi ngalintas dan ngobyak ikan kembali digelar warga di Sungai Citanduy, Ciamis. Kegiatan jadi ajang silaturahmi sekaligus menjaga ekosistem sungai

Warga bersama komunitas lintar dari berbagai daerah mengikuti tradisi ngalintas dan ngobyak ikan di Sungai Citanduy, Blok Leuwi Kopo, Desa Cijulang, Cihaurbeuti, Ciamis, Senin (10/8/2026). Shotlist.id/Foto: YT
Warga bersama komunitas lintar dari berbagai daerah mengikuti tradisi ngalintas dan ngobyak ikan di Sungai Citanduy, Blok Leuwi Kopo, Desa Cijulang, Cihaurbeuti, Ciamis, Senin (10/8/2026). Shotlist.id/Foto: YT
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Suasana musim kemarau di Sungai Citanduy, tepatnya di blok Leuwi Kopo, Desa Cijulang Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, menjadi meriah dengan kegiatan tradisi ngalintas dan ngobyak ikan.

Puluhan warga bersama komunitas lintar lintas kabupaten turun ke sungai untuk mencari ikan dengan cara tradisional, mulai dari ngobeng (menangkap dengan tangan kosong) hingga menggunakan jala.

Jenis ikan yang paling banyak didapat antara lain ikan baung (patin Citanduy), ikan bancak (sejenis nilem), dan ikan balar (mirip tawes). Beberapa warga mengaku sekali menjala bisa memperoleh 4–5 ekor ikan.

Kepala Desa Cijulang Cihaurbeuti, Endang, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi rutinitas warga setiap musim kemarau.

“Alhamdulillah, rekan-rekan dari komunitas pecinta lintar hadir dari berbagai daerah, seperti Ciawi, Rajapola, dan Cihaurbeuti. Tradisi ini rutin dilakukan di Leuwi Kopo saat kemarau, karena debit air sungai surut sehingga ikan lebih mudah ditangkap,” ujarnya, Senin (10/8/2026).

Endang menambahkan, pada 30 Agustus mendatang komunitas lintar berencana bekerja sama dengan Dinas Perikanan untuk melakukan penebaran bibit ikan putih seperti nilem, lukemas, dan nila di Sungai Citanduy.

“Harapannya, warga sekitar bisa terus memperoleh ikan untuk konsumsi pribadi, sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem sungai,” katanya.

Sementara itu, salah satu perwakilan komunitas lintar menegaskan bahwa kegiatan ngalintas bukan sekadar mencari ikan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kelestarian habitat.

“Dengan melintas ini, kami memastikan habitat ikan di Sungai Citanduy tidak punah. Tradisi ini sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga lintas daerah,” ungkapnya.

Musim kemarau memang menjadi waktu yang aman untuk melaksanakan tradisi ini. Debit air yang surut membuat ikan berkumpul di titik tertentu, sehingga warga lebih mudah menangkapnya tanpa risiko besar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *