banner 728x250

Cegah Stunting dari Hulu, Posyandu Ciamis Perkuat Pemantauan Balita dan Data Kependudukan

Ciamis memperkuat pencegahan stunting melalui Posyandu, pemantauan balita, pemberian vitamin A, dan penguatan data kependudukan

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis Ny. Kania Ernawati Herdiat bersama jajaran saat kegiatan Bulan Penimbangan Balita dan Pemberian Vitamin A di Posyandu Dahlia, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, Rabu (19/8/2026). Shotlist.id/Foto: FL
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis Ny. Kania Ernawati Herdiat bersama jajaran saat kegiatan Bulan Penimbangan Balita dan Pemberian Vitamin A di Posyandu Dahlia, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, Rabu (19/8/2026). Shotlist.id/Foto: FL
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Upaya mencegah dan mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Ciamis terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Bulan Penimbangan Balita dan Pemberian Vitamin A di Posyandu Dahlia, Dusun Babakan, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Provinsi Jawa Barat.

Intervensi tersebut diarahkan untuk memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Selain itu, pemerintah juga mendorong tersedianya data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan sasaran berbagai program.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, Ny. Kania Ernawati Herdiat, mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, diperlukan keterlibatan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu hingga masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara optimal.

“Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik. Karena itu, kolaborasi seluruh unsur sangat diperlukan agar setiap anak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai,” ujar Kania.

Kania menilai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi anak sejak dini.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, kondisi pertumbuhan balita dapat diketahui lebih cepat sehingga intervensi yang diperlukan bisa diberikan sesuai kebutuhan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah persoalan gizi dan stunting sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Karena itu, keberadaan Posyandu di tingkat masyarakat dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung program kesehatan pemerintah.

Selain pelayanan penimbangan, Posyandu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh edukasi serta informasi mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis, Yayan M. Supyan, menekankan pentingnya administrasi kependudukan dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan terus diperbarui akan membantu pemerintah menentukan sasaran intervensi secara lebih tepat.

“Data kependudukan menjadi salah satu fondasi penting dalam menentukan sasaran program pemerintah. Dengan data yang akurat dan terus diperbarui, intervensi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia mengatakan penguatan data menjadi penting karena berbagai program pelayanan masyarakat membutuhkan informasi kependudukan sebagai dasar perencanaan.

Dengan data yang valid, pemerintah dapat lebih mudah mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan maupun intervensi tertentu.

Disdukcapil Ciamis juga mendorong sinergi dengan Tim Pembina Posyandu, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta kader Posyandu.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun sistem pelayanan masyarakat yang semakin terintegrasi, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan stunting.

“Kami terus mendorong agar tidak ada masyarakat yang terlewat dari pelayanan administrasi kependudukan. Ketika data kependudukan tertib, pemerintah akan lebih mudah memastikan pelayanan dan program pembangunan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Penguatan administrasi kependudukan dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan dokumen identitas masyarakat.

Lebih jauh, data tersebut menjadi salah satu instrumen penting agar program pemerintah dapat menyasar kelompok yang tepat.

Kegiatan di Posyandu Dahlia menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat pelayanan masyarakat melalui pendekatan lintas sektor.

Pencegahan stunting diharapkan tidak hanya dilakukan ketika persoalan pertumbuhan anak sudah muncul.

Upaya tersebut perlu dilakukan sejak dini melalui pemantauan balita, pelayanan kesehatan, pemberian vitamin, edukasi keluarga, serta penguatan kualitas pelayanan Posyandu.

Pada saat yang sama, ketersediaan data kependudukan yang akurat menjadi pendukung penting agar setiap program dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.

Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa dan masyarakat pun diharapkan terus diperkuat.

Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis diharapkan semakin efektif sekaligus mampu meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

Posyandu kuat, data akurat, pelayanan tepat menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan generasi Ciamis yang sehat dan berkualitas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *