banner 728x250

Ciamis Raih Kabupaten Terbaik III Regional Jawa-Bali, Berkat Pengelolaan Sampah dan Lingkungan

Pemkab Ciamis meraih penghargaan Kabupaten Terbaik III Regional Jawa-Bali kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

penghargaan Kabupaten Terbaik III Regional Jawa-Bali kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dari Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Jumat (28/8/2026). Foto: Istimewa/Shotlist.id
banner 120x600

CIAMIS, Shotlist.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Kali ini, Ciamis meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch Dua 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Bali, Jumat (28/8/2026) malam.

Ciamis berhasil menempati posisi tiga besar melalui kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Penilaian kategori tersebut mencakup komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam membangun tata kelola sampah yang terpadu, sehat, serta berkelanjutan.

Selain itu, dewan juri turut mempertimbangkan berbagai inovasi daerah dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan secara kreatif dan kolaboratif.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya Pemkab Ciamis bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya pemerintah daerah memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Menurut Tito, pengurangan sampah dari tingkat rumah tangga dapat membantu menekan beban yang harus ditangani di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Metode yang paling utama adalah bagaimana kita mengurangi sampah untuk sampai ke TPA, yaitu yang berbasis hulu di rumah-rumah. Beberapa daerah banyak melakukan itu. Ada juga yang berbasis hilir, diolah menjadi tenaga listrik atau briket,” tegas Tito.

Ia juga mendorong kepala daerah berani membuat regulasi yang tegas sekaligus membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan dapat dimulai dari lingkungan pemerintahan sebelum kemudian meluas ke tingkat kecamatan, desa hingga masyarakat.

“Ini sebetulnya gerakan. Misalnya setelah apel, entah hari Jumat atau Senin, korve dulu di lingkungan masing-masing. Kalau itu diperintahkan kepada seluruh jajaran, mulai dari dinas, kecamatan, hingga desa untuk rutin bersih-bersih, lama-lama akan menjadi kebiasaan dan budaya yang memicu perubahan signifikan,” ujar Tito.

Arahan Mendagri tersebut sejalan dengan kegiatan yang selama ini dijalankan Pemkab Ciamis.

Pemerintah daerah secara rutin menggelar kegiatan korve atau bersih-bersih lingkungan setiap pekan.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan perkantoran pemerintah. Pemkab Ciamis juga mendorong keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat.

Gerakan kebersihan dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari kawasan perkantoran, fasilitas umum hingga lingkungan permukiman masyarakat.

Konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya Ciamis membangun budaya peduli lingkungan dengan mengedepankan kolaborasi dan gotong royong.

Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli mengatakan penghargaan kepada pemerintah daerah tidak semata-mata menjadi seremoni tahunan.

Menurutnya, penghargaan merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja panjang pemerintah daerah dalam membaca persoalan, mengambil kebijakan hingga memastikan program memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Angka dan penghargaan hanya merupakan hasil akhir yang sering luput dari perhatian kita. Di belakangnya ada kerja panjang, bagaimana pemerintah daerah membaca persoalan, mengambil keputusan, dan memastikan kebijakan itu benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ario.

Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch Dua 2026, selain kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, penghargaan juga diberikan dalam tiga kategori lainnya.

Ketiga kategori tersebut yakni Implementasi Program 3 Juta Rumah, Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, serta Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.

Bagi Kabupaten Ciamis, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi Pemkab Ciamis untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan kolaborasi dan mempertahankan budaya gotong royong dalam pengelolaan lingkungan.

Sebab, menjaga kebersihan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat Tatar Galuh.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *