CIAMIS, Shotlist.id – Sebanyak 11 juru masak dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengikuti pelatihan sekaligus kompetisi memasak yang diselenggarakan Indonesian Chef Association (ICA).
Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Desa Panyikiran, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kompetisi ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi para juru masak sekaligus memperkuat kualitas penyajian makanan bergizi dalam Program MBG.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta tampak serius mengolah berbagai bahan makanan untuk menyajikan menu yang memenuhi standar gizi.
Kegiatan di Ciamis merupakan pelaksanaan batch kedua, setelah sebelumnya kompetisi serupa digelar di Tasikmalaya pada Juli 2026.
Sebanyak 11 juru masak dapur MBG mengikuti kompetisi tersebut. Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Ciamis, sementara satu peserta berasal dari dapur MBG di Kota Banjar.
Ketua Indonesian Chef Association Tasikmalaya, Chef Rocky, mengatakan peserta ditantang untuk menyiapkan menu MBG dalam waktu maksimal 60 menit.
Menu yang disajikan harus memenuhi sejumlah komponen gizi, mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran hingga buah.
Menurut Chef Rocky, penilaian tidak hanya didasarkan pada kreativitas dan tampilan makanan.
Kandungan gizi, ketelitian, kecepatan memasak serta kesesuaian dengan anggaran per porsi MBG juga menjadi aspek penting dalam kompetisi tersebut.
Para peserta juga menghadapi tantangan mystery box, dengan bahan utama yang dirahasiakan hingga kompetisi dimulai.
Penyelenggara menegaskan, kreativitas dalam menyusun menu harus tetap dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di dapur MBG.
Peserta juga tidak diperbolehkan menggunakan hiasan maupun bahan makanan yang tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman serta membangun kolaborasi antara para juru masak dan ahli gizi.
Salah seorang peserta, Chef Ibnu Arifin dari Dapur SPPG Panjalu Satu, Kawali, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang nantinya dapat diterapkan di dapur tempatnya bekerja.
Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kompetisi, termasuk dari peserta dan juru masak dari dapur lain, akan menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan menu di dapur MBG.
“Setelah kompetisi ini kami akan kembali ke dapur tempat bekerja dan menerapkan pengalaman yang saya peroleh di sini. Apa yang saya pelajari, termasuk dari rekan-rekan dapur lain, akan saya kombinasikan dalam beberapa menu yang nantinya akan kami terapkan di dapur kami,” ujar Chef Ibnu Arifin.
Para peserta menilai pengalaman selama kompetisi dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengolahan dan penyajian makanan di dapur MBG.
Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan di berbagai kota lainnya sehingga semakin banyak juru masak dan ahli gizi yang memiliki standar kompetensi serta mampu berkolaborasi dalam menyajikan makanan bergizi bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.














